08119322626/27   gapmmi@cbn.net.id  

×

CNBC Indonesia Economic Outlook 2026

CNBC Indonesia Economic Outlook 2026

Dalam acara CNBC Indonesia Economic Outlook 2026 di Hotel Kempinski, Ketua Umum GAPMMI Adhi S Lukman menegaskan bahwa industri makanan dan minuman (mamin) masih tumbuh di atas rata-rata ekonomi nasional, namun menghadapi tantangan besar berupa ketergantungan impor bahan baku. 

Menurut Adhi, industri mamin tumbuh 6,38% tahun lalu, lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional 5,11% dan industri manufaktur 5,15%. Meski demikian, capaian ini masih di bawah kondisi pra-pandemi yang mampu mencapai 7–9%. 

Ia menekankan bahwa sektor hulu seperti petani, peternak, dan nelayan harus diperkuat agar ketergantungan impor berkurang. Adhi juga menyoroti dampak gejolak global, mulai dari konflik geopolitik, perubahan iklim, hingga kebijakan perdagangan luar negeri yang memengaruhi harga, logistik, dan rantai pasok. 

GAPMMI mengingatkan bahwa UU Perindustrian No. 3/2014 mewajibkan pemerintah menjamin ketersediaan bahan baku industri. Ia menekankan, jika pemerintah serius mengejar target pertumbuhan ekonomi 8% pada 2029, maka industri manufaktur, termasuk mamin, harus menjadi prioritas utama karena kontribusinya sekitar 19% terhadap PDB dan daya serap tenaga kerja yang besar.