08119322626/27   gapmmi@cbn.net.id  

×

Bincang Bahari Hilirisasi Garam untuk Indonesia Mandiri

Bincang Bahari Hilirisasi Garam untuk Indonesia Mandiri

Dalam Bincang Bahari bertema “Hilirisasi Garam untuk Indonesia Mandiri” di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Ketua Umum GAPMMI Adhi S Lukman menegaskan industri makanan dan minuman ingin menyerap garam lokal karena lebih efisien dari sisi logistik. 

Namun, keterbatasan kualitas dan kuantitas membuat kebutuhan belum sepenuhnya terpenuhi. Industri membutuhkan garam dengan kadar NaCl hingga 97–99 persen, sementara produksi lokal rata-rata masih 94 persen. Adhi mengapresiasi terbitnya Perpres No. 17/2025 yang mewajibkan industri menyerap garam dalam negeri, meski tetap membuka ruang impor. 

Direktur Sumber Daya Kelautan KKP Frista Yohanita mengakui produksi nasional sekitar 2 juta ton per tahun belum mencukupi kebutuhan 4,9–5,2 juta ton hingga 2027. Pemerintah menyiapkan strategi ekstensifikasi, intensifikasi, dan pengembangan teknologi, serta menawarkan lahan tambak 10,44 ribu hektare di Rote Ndao kepada swasta. L./KKP menargetkan kawasan ini mampu menghasilkan hingga 400 ribu ton garam per tahun, dengan dukungan investor dan kolaborasi lintas kementerian untuk memperbaiki logistik dan infrastruktur.