Jajaki Kerja Sama Perdagangan, GAPMMI Terima Kunjungan Delegasi Pangan Anhui Tiongkok
Sekretariat GAPMMI di Jakarta menjadi tuan rumah bagi kunjungan kehormatan delegasi bisnis asal Provinsi Anhui, Tiongkok. Pertemuan strategis ini difokuskan untuk menjajaki berbagai peluang kolaborasi perdagangan di sektor pangan antara kedua negara, dengan sorotan utama pada komoditas mi, camilan kacang tanah (peanut crisp), serta sup instan. Dalam kesempatan tersebut, sembilan perwakilan perusahaan dari Anhui memaparkan keunggulan serta potensi penetrasi produk mereka untuk pasar Indonesia. Sementara itu, pihak GAPMMI yang diwakili oleh jajaran pengurus bidang UKM dan kerja sama luar negeri mengingatkan bahwa penyesuaian cita rasa lokal serta kepatuhan terhadap regulasi domestik merupakan kunci utama keberhasilan penetrasi pasar.
Proses diskusi antarkedua belah pihak menghasilkan beberapa poin kesepakatan dan rencana taktis yang penting, di antaranya:
- Potensi Pasar Mi dan Skema OEM: Produk mi dinilai memiliki ceruk pasar yang sangat luas di Indonesia. Sebagai langkah awal, kedua pihak mempertimbangkan opsi kerja sama melalui sistem Original Equipment Manufacturer (OEM), yang memungkinkan produk tersebut dipasarkan menggunakan merek lokal Indonesia.
- Uji Pasar Camilan Kacang: Produk peanut crisp asal Anhui dinilai memiliki potensi kecocokan yang tinggi dengan lidah konsumen Indonesia. Untuk menguji animo pasar secara langsung, direncanakan sebuah agenda uji rasa (taste testing) pada perhelatan pameran More Food di JIExpo mendatang.
- Kepatuhan Regulasi Halal: Menjelang implementasi wajib sertifikasi halal bagi seluruh produk pangan pada Oktober 2026, GAPMMI menekankan pentingnya aspek legalitas ini. Pihak GAPMMI juga membantu memberikan edukasi mengenai mekanisme pengurusan sertifikasi melalui Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), serta pemanfaatan jalur kerja sama dengan Lembaga Halal Luar Negeri (LHLN) yang telah resmi diakui di Tiongkok.
Melalui pertemuan ini, GAPMMI kembali menegaskan perannya dalam membuka pintu kolaborasi dan investasi internasional di sektor makanan dan minuman. Di saat yang sama, asosiasi tetap berkomitmen kuat untuk mengawal agar setiap produk pangan impor yang masuk ke pasar domestik senantiasa memenuhi standar mutu tinggi serta mematuhi seluruh regulasi hukum yang berlaku di Indonesia.